Selasa, 14 Februari 2012

panduan memilih handphone lokal


 

 
Meluncurnya produk hape merek lokal terbilang begitu gencar, bak jamur di musim hujan, merek-merek hape baru pun terus bermunculan, hingga saat ini tercatat lebih dari 160 merek hape lokal di Indonesia. Banyaknya tawaran tentu menguntungkan buat konsumen, tapi disisi lain juga berdampak pada bingungnya konsumen dalam memilih hape yang tepat, maklum antar hape merek lokal punya fitur yang satu sama lain begitu mirip. Fitur yang kadung jadi stigma hape lokal adalah  dual on dan TV tuner.

Lalu pertanyaanya, bagaimana menentukan hape yang tepat? Pertanyaan ini kerap saya jumpai dari orang-orang yang nyatanya kebingunan memilih. Nah, daripada Anda bingung, coba perhatikan tips singkat ini, setidaknya bisa jadi panduan dasar dalam menentukan seri atau merek hape lokal apa yang pas dibeli. 

1. Tersedianya service center
Ini adalah seleksi awal untuk mengetahui kualitas dan tanggungjawab vendor lokal. Tersedianya jaringan service center yang jelas dan memadai adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh vendor. Ada baiknya periksa list alamat service center yang dimiliki, pastikan ada service center di kota tempat Anda tinggal. Bila terjadi kerusakan setidaknya Anda tak terlalu sulit untuk pergi ke service center. 

2. Pilih merek yang sudah dikenal
Kekuatan merek tentu dihasilkan dari proses dan pembuktian, dan merek hape lokal yang sudah dikenal luas tentu karena kualitasnya setelah banyak digunakan orang. 

3. Jadilah yang kedua, jangan yang pertama
Bila orang berebut untuk jadi yang pertama untuk memiliki iPhone 4S atau BlackBerry Dakota, maka kebalikannya untuk hape merek lokal. Jadilah pembeli kedua, maksudnya jangan buru-buru beli bila ada penawaran dari fitur yang menarik, apalagi harga miring. Cobalah untuk jadi yang kedua, atau silahkan beli hape tersebut setelah ada di pasar selama beberapa waktu, dengan demikian Anda bisa membaca review tentang keunggulan dan kekurangan dari produk tersebut. 

4. Pilih hape yang sudah di bundling
Ini tentu tidak wajib, tapi dengan memilih produk yang sudah di-bundling oleh operator, rata-rata mempunyai kualitas yang lebih baik. Operator tentu tak sembarangan memilih mitra bundling, operator biasanya sudah mengukur kualitas dari hape yang akan di-bundling. 

5. Cek Keabsahan Hape
Cek apakah produk yang Anda lirik sudah memiliki sertifikasi dari Ditjen Postel. Dengan adanya sertfikasi tersebut, setidaknya segi keamanan penggunaan produk sudah disahkan pemerintah. Biasanya pada penampang SIM card terdapt stiker Ditjen Postel berikut seri paten yang terdaftar. Bahkan stiker Ditjen Postel juga ditempelkan pada dus, berdekatan dengan stiker IMEI. Bila tak ada sertifikasi, barang tersebut adalah BM (black market).

6. Rajin-rajinlah menelusuri review tentang produk-produk tersebut, bila lewat forum, blog, atau membaca di media cetak. Dengan begitu Anda akan mendapatkan gambaran tuntas tentang hape yang mau dibeli.

7. Bila semua tips diatas sudah Anda perhatikan, tahap selanjutnya tinggal pilah berdasarkan harga. Untuk soal yang ini, silahkan sesuaikan dengan kocek Anda.
www.vodkamelon.blogspot.com