Kamis, 16 Februari 2012

ducati monster 696 VS kawasaki ER-6N

 
“Sudah laku berapa bang?” tanya penulis saat servis di salah satu bengkel Kawasaki di bilangan Bekasi, beberapa hari lalu. Pertanyaan ini penulis lontarkan saat melihat seorang pengendara Kawasaki Er6n (600cc) hendak meninggalkan bengkel. “Kalau gak salah sih udah 6 buah. Lumayan juga lakunya.” Ujar salah seorang mekanik. Jawaban ini pun penulis lontarkan ke sang admin bengkel. “Iya, lumayan juga peminatnya. Yang inden ada sekitar 3-4 orang. Yang udah ambil udah di atas 5 orang. Yah mendekati 10 unit deh.” Demikian jawab sang admin.
Apa yang dibicarakan penulis beberapa waktu lalu dengan OBIwan sepertinya menjadi kenyataan. Akhirnya, masyarakat penggemar moge bisa mencicipi moge berkualitas dengan hanya merogoh kocek tak sampai 100 juta Rupiah. Ya, Kawasaki Er6N dilego ke pasar dengan angka 99 juta rupiah. Jika mau digenapi, yah katakanlah 100 juta. Sungguh harga yang murah, mengingat saingan terdekatnya, Ducati Monster 696 berada di level 200 juta ke atas.  Sembari menunggu mekanik mengganti oli redbastard, penulis jadi berpikir, apakah Ducati akan kehilangan pangsa pasarnya dengan keluarnya Er6N? Ini pertanyaan klasik, yang mungkin sudah sering dibahas di berbagai blog. *lirik mbah dukun*. Tapi yah secara penulis bukan ahli moge, hanya bisa mengira-ngira sebagai berikut.


Monster 696, Prestise Tapi Juga Penuh Tenaga

Spesifikasi Monster 696
Model: Ducati Monster 696
Year: 2011
Category: Naked bike
Rating: 65.2 out of 100. Show full rating and compare with other bikes
Price as new (MSRP): US$ 8495. Prices depend on country, taxes, accessories, etc.
Engine and transmission
Displacement: 696.00 ccm (42.47 cubic inches)
Engine type: V2, four-stroke
Power: 78.85 HP (57.6 kW)) @ 9000 RPM
Torque: 50.60 Nm (5.2 kgf-m or 37.3 ft.lbs)
Compression: 10.7:1
Bore x stroke: 88.0 x 57.2 mm (3.5 x 2.3 inches)
Fuel system: Injection. Siemens electronic fuel injection, 45mm throttle body
Fuel control: Desmodromic valve control
Cooling system: Air
Gearbox: 6-speed
Transmission type,
final drive:
Chain
Clutch: APTC wet multiplate with hydraulic control
Driveline: Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 45
Emission details: Follows the US Federal Regulation
Exhaust system: 2 aluminum mufflers
Chassis, suspension, brakes and wheels
Frame type: Tubular steel Trellis frame
Rake (fork angle): 24.0°
Front suspension: Marzocchi 43mm upside-down forks
Front suspension travel: 120 mm (4.7 inches)
Rear suspension: Progressive linkage with preload and rebound Sachs adjustable monoshock
Rear suspension travel: 148 mm (5.8 inches)
Front tyre dimensions: 120/60-17
Rear tyre dimensions: 160/60-17
Front brakes: Double disc
Front brakes diameter: 320 mm (12.6 inches)
Rear brakes: Single disc
Rear brakes diameter: 245 mm (9.6 inches)
Physical measures and capacities
Seat height: 770 mm (30.3 inches) If adjustable, lowest setting.
Wheelbase: 1,450 mm (57.1 inches)
Fuel capacity: 15.00 litres (3.96 gallons)
Other specifications
Starter: Electric
Instruments: Digital unit displaying
Factory warranty: 2 years unlimited mileage
Color options: Red (red/black), Dark stealth (matt black/black), Stone white (matt black/black), Monster Art colours (matt black/black)

Kawasaki ER6N, Moge "Terjangkau" Harganya 

Spesifikasi ER-6N
Model: Kawasaki ER-6n
Year: 2011
Category: Naked bike
Rating: 73.4 out of 100. Show full rating and compare with other bikes
Price as new (MSRP): US$ 6699. Prices depend on country, taxes, accessories, etc.
Engine and transmission
Displacement: 649.00 ccm (39.60 cubic inches)
Engine type: Twin, four-stroke
Compression: 11.3:1
Bore x stroke: 83.0 x 60.0 mm (3.3 x 2.4 inches)
Valves per cylinder: 4
Fuel system: Injection. Digital fuel injection with two 38mm Keihin throttle bodies
Fuel control: DOHC
Ignition: Digital CDI
Cooling system: Liquid
Gearbox: 6-speed
Transmission type,
final drive:
Chain
Driveline: O-Ring Chain
Chassis, suspension, brakes and wheels
Frame type: Semi-double cradle, high-tensile steel
Rake (fork angle): 24.5°
Trail: 102 mm (4.0 inches)
Front suspension: 41mm hydraulic telescopic fork / 4.7 in.
Rear suspension: Single offset laydown shock with adjustable spring preload / 4.9 in.
Front tyre dimensions: 120/70-17
Rear tyre dimensions: 160/60-17
Front brakes: Double disc
Front brakes diameter: 300 mm (11.8 inches)
Rear brakes: Single disc
Rear brakes diameter: 220 mm (8.7 inches)
Physical measures and capacities
Weight incl. oil, gas, etc: 200.0 kg (441.0 pounds)
Seat height: 785 mm (30.9 inches) If adjustable, lowest setting.
Overall height: 1,100 mm (43.3 inches)
Overall length: 2,101 mm (82.7 inches)
Overall width: 759 mm (29.9 inches)
Wheelbase: 1,405 mm (55.3 inches)
Fuel capacity: 15.52 litres (4.10 gallons)
Other specifications
Starter: Electric
Factory warranty: 12 months
Color options: Metallic Flat Spark Black










































































Jika saja alasannya harga, bisa jadi Ducati Monster kehilangan calon konsumennya. Angka 100 juta itu cukup menggiurkan bagi sebagian besar kalangan penikmat motorcyle. Apalagi bagi yang ingin naik tingkat, dari ninja250 ke moge yang “beneran”. Tapi konsumen juga bervariasi. Bro Nadi pernah bilang, “Jika alasannya adalah harga, Ducati bisa goyang. Tetapi mereka mempunyai segmen tersendiri. Nama Ducati itu sudah prestise tersendiri, ada seni di situ. Performance pun juga tidak main-main. Mereka tidak pernah menelurkan produk ece-ece. Konsumen Ducati adalah mereka yang punya passion kepada seni motornya Italia.”  Sementara, bro Ardy, yang konon berminat kepada salah satu moge Kawasaki, mempunyai pendapat yang berbeda. “Kalo gue bilang, gak selamanya seperti itu. Konsumen di Indonesia ini kan tidak seperti di Eropa atau di Amerika, dimana brand awarenessnya sudah tinggi. Konsumen kita masih suka melihat range harga terlebih dahulu. Contoh paling sederhana adalah CBR250. Di atas kertas, powernya dibawah Ninja250. Tapi karena harganya lebih murah 5-7 juta, peminatnya membludak. Tidak tertutup kemungkinan Er6n bakal goyang Ducati.” Sementara itu, Benny hanya bisa berujar, “Gue kelarin kredit rumah dulu dah.”  Dengan raut muka sedih berkaca-kaca. 
Penulis sendiri memposisikan diri sebagai konsumen. Walaupun hanya 2 silinder, (berbeda dengan kebanyakan motor Jepang yang menggunakan 4 silinder di kelas yang sama), Er6n menarik untuk dimiliki. Dengan mesin di atas 400cc, motor ini layak dikatakan motor gede alias moge. Penampilannya tidak kalah gahar. Harga bersahabat. Kualitas? Kawasaki terkenal akan kualitas produknya. Hingga kini, hanya kawasaki yang memproduksi motor sport 2 tak, yang menjadi ujung tombak penjualannya.
Bagaimana dengan pembaca sekalian? Jika ada rejeki lebih, memilih mana? Monggo pendapatnya… (hnr)
*ngitung celengan dan duit di bawah bantal*

1 komentar:

  1. abdi270@gmail.com11 Mei 2013 pukul 08.40

    Menurut opini saya,harga Ducati 696 yg sebenarnya berbeda sekitar 1300 dollar dengan ER6.. menjadi tidak realistis di Indonesia. Perbedaan harganya sangat jauh sekali yaitu 120jutaan. Jadi harga Ducati 696 kisaran 230 jt tsb, mau tidak mau dibandingkan dengan motor Kawasaki yang di bandrol oleh ATPM seharga itu, yaitu Ninja ZX6 636cc. Meskipun tipenya berbeda, ZX6 636cc adalah di kelas mid weight Supersport.

    Untuk penggemar Ducati 696 pastinya berharap harga tidak berbeda jauh dengan ER6, seperti halnya di luar negeri.

    Ducati unggul dari faktor prestise si pemilik,tapi untuk performa dan style menurut saya ER6 tidak kalah dengan Ducati 696. Mesin Ducati 696 masih Air Cooled yang mungkin bisa overheat kalau lalu lintas padat seperti di Jakarta.

    BalasHapus

www.vodkamelon.blogspot.com